Tampilkan postingan dengan label toko besi baja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toko besi baja. Tampilkan semua postingan

ATURAN EKSPOR PASIR BESI

Ekspor pasir besi semestinya di perketat



JAKARTA. Niat pemerintah merevisi regulasi ekspor mineral, khususnya pasir besi, menuai kritik. Sebab, perubahan istilah dari konsentrat pasir besi menjadi konsentrat besi, justru lebih menguntungkan pengusaha di luar negeri.

Sayang, pemerintah justru  akan memasukkan poin itu dalam revisi lampiran Peraturan Menteri ESDM No 1/2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri. Ada enam komoditas mineral yang akan direvisi, yakni pasir besi, tembaga telurid, kaolin, bentonit, zirkonium, dan prophan yang merupakan diversifikasi produk akhir bauksit.
Ladjiman Damanik, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) mengatakan, seharusnya pemerintah tidak bisa langsung menyamaratakan konsentrat besi dengan konsentrat pasir besi. Sebab, harga kedua komoditas itu berbeda sepuluh kali lipat.
Harga konsentrat pasir besi jauh lebih mahal lantaran keberadaan kandungan titanium dan ilmenit. Keduanya termasuk kategori jenis mineral logam jarang, yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku produk high technology.

"Amerika Serikat, Jepang, dan China pasti akan senang, mereka lebih memerlukan kandungan titanium dan ilmenit untuk industri di sana. Sedangkan kandungan besi sudah banyak di negara masing-masing," kata Ladjiman ke KONTAN, Rabu (14/1).
Karena itu, mestinya pemerintah mengkaji lebih dalam komoditas pasir besi, sehingga tidak bisa langsung menyamakan dengan konsentrat besi.
"Negara berpotensi rugi, karena penghitungan royalti ilmenite dan titanium bagaimana? kemudian besaran bea keluar akan turun, padahal harganya tidak seperti yang ditetapkan harga patokan ekspor (HPE)," kata dia.
Radius Suhendra, Direktur Utama PT Indoferro menambahkan, pengusaha tambang, baik bijih besi maupun pasir besi akan sulit menjual produknya saat ini, lantaran  harga anjlok.

"Kemudahan ekspor bagi pasir besi tidak akan berpengaruh banyak dalam peningkatan volume produksi di dalam negeri," klaim dia.
Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, menyatakan, pertimbangan pemerintah merevisi penamaan konsentrat pasir besi menjadi konsentrat besi lantaran sejumlah perusahaan pasir besi yang sudah punya surat persetujuan ekspor (SPE) tak bisa mengekspor. Sebab, harga patokannya tinggi.

"Kami memperlakukan adil antara pengusaha bijih besi maupun pasir besi, sebab produk hilirnya tetap ke industri baja, bukan logam titanium atau logam ilmenite," katanya.

http://industri.kontan.co.id/news/ekspor-pasir-besi-mestinya-diperketat

PERBEDAAN PROFIL BAJA I, WF dan H

Profil WF (Wide Flange) adalah salah satu profil baja struktural yang paling populer digunakan untuk konstruksi baja. Namun, profil ini ternyata punya banyak nama. Ada yang menyebutnya dengan profil H, HWF, H-BEAM, IWF, dan I. Bahkan ada juga beberapa tempat yang menggunakan istilah WH, SH, dan MH. Sebenarnya mana yang paling tepat?

Kalo mau cari yang paling tepat sih menurut saya harus mengacu ke standar yang berlaku. Nah, kalo acuan kita adalah SNI, maka kita akan memperoleh ada beberapa standar untuk produksi material profil berbentuk I:
  1. SNI 07-0329-2005, Baja I Beam Canai Panas

  2. SNI 07-2610-1992, Baja Profil H Hasil Pengelasan Dengan Filter

  3. SNI 07-7178-2006, Baja Profil WF Beam Proses Canai Panas

(gambar di atas saya capture langsung dari masing-masing SNI. Silahkan download disini)

Jadi, kira-kira perbedaannya adalah seperti tabel di bawah:

Profil IProfil WFProfil H
Proses pembuatan: hot-rolledAda 2 lengkungan (r1, r2)Proses pembuatan: hot-rolledAda 1 lengkungan (r1)Proses pembuatan: pelat + las.

Jadi, seperti itulah kira-kira penamaan yang paling benar sesuai standar yang ada.

Tapi… kenyataannya yang beredar di lapangan sedikit menyimpang. :)

Profil I yang sebenarnya hampir jarang kelihatan di lapangan. Profil H yang sebenarnya juga jarang yang pesan kecuali untuk ukuran yang sangat besar atau ukuran khusus.
Malah yang paling laris adalah profil WF. Tapi entah darimana sejarahnya, profil WF pada akhirnya sering juga disebut profil I dan profil H. Kalo profil H masih bisa dimaklumi, karena referensi asal SNI adalah standar Jepang (JIS). JIS sendiri menggunakan istilah H untuk  profil WF. Ukurannya pun sama.
image image

Yang kiri adalah profil H salah satu produsen baja di Jepang (kalo ga salah), sementara yang kanan adalah Profil Wide Flange (WF) dari Gunung Garuda (juga merefer ke JIS).
Jadi, antara WF dan H bisa dibilang ngga ada masalah penamaan. Malah ada yang kurang kerjaan dengan menggabungkan keduanya menjadi HWF. Sementara Profil IWF sendiri secara standar itu rancu, tapi di lapangan, profil IWF merujuk ke profil WF.
Terakhir, ada satu grup penamaan lagi yang saya lagi malas nyari asal usulnya, SH, MH, dan WH. Semua profil ini mengacu ke WF, yang membedakan adalah perbandingan antara lebar dan tingginya.
  • Profil SH (short-H), adalah profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan setengah kali tingginya. Misalnya 100×50, 200×100, 250×125, dll.
  • Profil WH (wide-H), adalah profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan satu kali tingginya. Misalnya 150×150, 175×175, 300×300, dll.
  • Profil MH (middle-H) adalah profil WF yang berada di antara SH dan WH. Misalnya 150×100, 250×150, dll. Dibandingkan dua di atas, profil MH ini lebih jarang ditemui di lapangan.
Nah, sebagai kesimpulan, saya coba rangkum nama-nama profil I/H/WF yang beredar di lapangan/pasar:
  1. Profil I (I-Beam).
    Seharusnya menunjuk ke : Profil I
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF
  2. Profil WF.
    Seharusnya menunjuk ke : Profil WF
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF
  3. Profil H.
    Seharusnya menunjuk ke : Profil H (las). boleh juga ke Profil WF.
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF.
  4. Profil IWF.
    Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (rancu).
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF
  5. Profil H-BEAM.
    Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF. Ada juga sebagian yang ke Profil H (las).
  6. Profil HWF.
    Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF.
  7. Profil SH, MH, dan WH.
    Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF.
  8. Nama lain seperti UB, UC, W, dll.
    Seharusnya menunjuk ke : standar lain (non-SNI)
    Di lapangan/pasar menunjuk ke : standar lain (non-SNI)

Mengenai Toko Besi Baja

Seputar Toko Besi Baja

PT. Duta Arta Sempana, adalah perusahan yang mensupply bahan-bahan bangunan yang terbuat dari baja berkualitas tinggi. Semula PT. Duta Arta Sempana merupakan suatu badan usaha perorangan yang dimulai sejak tahun 2003 dan mempunyai pangsa pasar yang cukup luas. Seiring dengan pekembangannya yang semakin pesat, maka pada tahun 2008 tepatnya bulan April tanggal 18 berdirilah suatu badan hukum baru yaitu PT. Duta Arta Sempana.

PT. Duta Arta Sempana resmi berdiri pada tahun 2008 dan berlokasi di Ruko Gading Griya Lestari Raya Blok E3 / 15, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Pendiri PT. Duta Arta Sempana mempunyai Visi dan Misi yang jauh kedepan.

> Visi
Meningkatkan nilai perusahaan dengan mengadakan kualitas yang prima, produk yang beragam dan kepuasan pelanggan.

> Misi
Menjadi sebuah perusahaan yang berpengalaman dan menjadi simbol dari sebuah inovasi, integritas dan terpercaya diantara pelaku industri ; juga menjadi sebuah perusahaan yang berkembang melalui peningkatan pelayanan yang berkualitas secara terus menerus.
Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dibidangnya, maka PT. Duta Arta Sempana sudah mempunyai pangsa pasar yang cukup luas dan besar atas produk-produknya. Wilayah pemasarannya meliputi pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan motto perusahaan adalah "STEEL IS OUR DEAL", Hal ini mencerminkan totalitas dan fokus perusahaan pada bidang Building Material pada umumnya dan bidang Baja pada khususnya.

Dengan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang handal dan inovatif maka PT. Duta Arta Sempana dapat memenuhi semua kebutuhan konsumen akan produk Baja, seperti :


Keunggulan produk dan ditambah dengan pelayanan yang cepat, serta harga yang sangat bersaing, sehingga dalam kurun waktu yang relatif singkat PT. Duta Arta Sempana sudah mendapatkan kepercayaan dan komitmen dari para stakeholder.

Menjelang perdagangan bebas yang sudah diambang pintu, PT. Duta Arta Sempana melalui website www.TokoBesiBaja.com berusaha agar dapat berperan aktif bagi kemajuan bangsa dengan memasarkan produk-produk yang praktis dan ekonomis.